Total Tayangan Halaman
Jumat, 31 Agustus 2012
KAMUT
kepercayaan itu seperti kertas, sekali kau membuatnya kusut maka kepercayaan pun akan sama nasibnya seperti kertas itu, buatlah kepercayaan itu seperti kristal yang tak bisa dihancurkan sehingga kamu akan selalu menjadi orang yang dipercaya.
Senin, 23 April 2012
Rabu, 07 Maret 2012
Masa Yang Tertepis Asa
Saat hujan turun dan
membasahi bumi yang sedang kering
Aroma tanah tercium
harum begitu lembut
Deru angin terdengar
mengerikan dengan iringan halilintar yang teratur
Kilatan cahaya putih
tak kunjung berhenti menari diatas langit lembut
Tatapan cakrawala yang
kelam seakan marah menatap masa yang terlupakan asa
Cahaya sendu mencoba
menerobos kepedihan alam
Tapi sang ruang seakan
menghalangi ketulusan sang cahaya
Mentari seakan enggan
untuk bersinar kembali
Rembulan dan bintang
pun ikut menghilang dibalik awan kelabu
Entah malu atau malas
Menatap makhluk
penghuni bumi
Yang kotor dan penuh
dengan kenistaan
Darah ini berdesir
cepat saat sang alam mulai memperlihatkan kemarahaannya
Hanya ada satu kalimat
yang mampu terbesit dibenakku
Masih pantaskah aku
menghuni bumi ini
Masih pantaskah aku
menginjak dan merasakan kebaikaanya
Sedangkan tak ada satu
pun hal yang bisa kulakukan untuk memperbaikinya
Aku malu pada langit
Aku malu pada mentari
dan rembulan
Dan aku pun malu pada
sang waktu
Penyesalan yang tak
berujung menyelimutiku dan menghantui setiap langkah ku
Mengisi benakku dengan
penderitaan
Membuatku semakin
merasa bersalah
Jutaan kosmik
menertawakan kebodohanku
Dan aku pun semakin
terseret kedalam rasa bersalah
Tuhan izinkan aku untuk
memperbaiki ini semua
Meskipun tidak mungkin
akan sesempurna seperti dulu
Tapi setidaknya aku
pernah mencoba
Senin, 27 Februari 2012
SWORD OF THE LIGHT Part 2
Tanpa Rizu sadari anak yang duduk dudekatnya menatap Rizu,
sampai bel isturahat berbunyi Rizu masih memandang keluar jendela, hingga dia
tersadar saat seseorang menegurnya.
“maaf permisi,,,”
Rizu menoleh”apa?”
“hi, kita belum kenalan. Aku Kaito”kata Kaito ramah sambil
mengulurkan tangannya.
“Rizu,,,”sambil menjabat tangan Kaito
“waw tato yang bagus”puji Kaito
“maksud mu?”Rizu heran
“ini dipunggung tangan mu, tatonya terlihat alami”Rizu langsung
melihat pungung tangannya sejak kapan
gambar ini ditangan ku? Batin Rizu. ”are you ok?”Tanya Kaito, Rizu menatap Kaito sebentar dan Rizu langsung pergi begitu saja.”hey
tunggu!!,,,,,aneh.”
Beberapa anak perempuan langsung mengerumuni Kaito”hai kai,
aku,,,bla,,bla,,,bla,,,,”
Rizu berjalan
menuju taman sekolah, saat masih dikoridor segerombolan gank The Cute
mencegatnya.
“tunggu sebentar Rizu Yuka.”kata Rika
“ada perlu apa?”Tanya Rizu
“mulai sekarang jauhi Zeen”jawab Rika
Rizu menynggingkan senyumannya”punya hak apa lo nglarang-larang
gw deket sama zeen?”
“karna dia sekarang mi,,,,,”kata-kata Rika terputus dengan
begitu saja
“karna sekarang dia apa?”Tanya Rizu
“h..h….hi Zeen”Rika menyapa Zeen dengan gugupnya, hhh,, payah. Batin Rizu
“Hi, Ri bisa kita bicara?”Tanya Zeen, Rizu tidak menjawab dia
malah pergi menuju taman belakang.
Sesampainya
ditaman belakang, Rizu langsung duduk ditempat biasa dia bersantai.sorry zeen, kita gak bisa bicara dulu. Aku
masih kepikiran kata kakek-kakek yang kemaren malam. Batin Rizu sambil
terus melamun sambil melilhat dan memperhatikan punggung tangannya.
“hey, jangan melamun sendirian ditempat sepi”tegur seseorang
Rizu melirik”oh kamu, ada apa?”
“tidak, apa yang sedang kamu lakukan ditempat ini?”Tanya Kaito
“bukan urusan lo.”jawab Rizu dingin.
Kaito mengangguk
paham, kemudian Kaito duduk disamping Rizu, meereka berdiam diri hingga bel masuk
pun berbunyi dan memaksa seluruh siswa untuk belajar kembali.
“ayo masuk”ajak Kaito, Rizu tidak menggubris ajakan kaito dia
malah pergi kearah barat”hey mau kemana? Jalan kekelas bukan kesana !” teriak
Kaito sambil menunjuk arah utara.
“lo duluan aja, gw masih ada urusan”jawab Rizu sambil berlari.
Tanpa mereka
sadari Zeen memerhatikan mereka berdua
dari kejauhan, apa yang kamu pikirkan Ri?
Kenapa kamu malah menghindar seperti itu dariku? Apa aku melakukan kesalahan
hingga membuatmu tidak ingin berbicara padaku? Tanya batin Zeen resah.
Dikelas ternyata Rizu tidak masuk.
Keesokan paginya,
Rizu sudah berada dikelas Zeen. Anak-anak kelas 2-5 datang semua terkejut
melihat Rizu yang tiba-tiba berada dikelasnya. Salah satu murid kelas 2-5
mendekati Rizu dengan gugup.
“h,,, h,,, hi” sapa anak laki-laki itu
Rizu menoleh dan tersenyum” Hi, ada apa?”
“boleh kenalan, a…a.. Maksud gw…….”
“nama gw Rizu lo siapa?”potong Rizu
“gw Frank, salam kenal”kata Frank dengan nada senang
“gw udah tau lo kali Frank,”kata Rizu sambil tersenyum
Frank ikut tersenyum”gw kira lo gak tau gw,, soalnya lo gak
pernah nyapa gw”
“…….”
“Hi, Ri,,, tumben ada dikelas gw. nyari siapa?”potong Zeen,
kemudian Zeen melirik Frank”o oh, lo cari Frank”sambung Zeen datar
“Zeen ada yang harus gw bicarain sama lo, gw tunggu dikantin pas
istirahat.”kata Rizu
“emang ada apa? Kenapa gak sekarang aja?”Zeen heran
“gw pengen ngebahas kejadian pas malam minggu kemarin, mau gw
bahas disi………”
“ok dikantin” potong Zeen cepat.
“gw pergi, daaaah,,’’pamit Rizu dengan senyuman mencurigakan
“apa yang kau lakukan dengan Rizu ?”Tanya Frank curiga
Zeen sangat heran
melihat senyuman yang terukir mencurigakan diwajah Rizu,senyuman itu kan ,,,,,,,,,
sial pasti dia berbuat sesuatu. Batin Zeen tersadar, saat Zeen berbalik
matanya terpaku pada madding kelas yang dikerubungi anak-anak kelas. Zeen
berjalan dengan perasaan penuh rasa curiga. Saat Zeen sampai didepan madding
kelas ternyata fotonya yang sudah diedit seperti perempuan terpasang disana. Rizu awas kamu. Batin Zeen kesal. Bel
istirahat pun bordering dengan keras membawa kemerdekaan bagi seluruh siswa, Zeen
segera pergi menuju kantin setelah membereskan buku-bukunya.
“Hi Ri,”sapa Zeen
“Hi, ,”
“gak makan?”Tanya Zeen, Rizu menggeleng”ada apa?”sambungnya.
Rizu memperlihatkan punggung tangannya”Lihat ini”
Mata Zeen terbelalak lebar”ini kan ?!”
“ya, kutukan itu, ternyata kakek-kakek itu tidak
berbohong”potong Rizu sedih,
“sejak kapan?”
“gw baru sadar kemaren, awalnya ada seorang anak kecil dikamar gw
pas gwe cek tau-tau udah lenyap dan setelah itu gw ngeliat anak itu di
bawah pohon akasia ditepi jalan menuju gua terlarang itu”jawab Rizu panjang
lebar
“kita harus temui kakek itu lagi”usul Zeen
“percuma..”
“kenapa?”
“kakek-kakek itu menghilang entah kemana, gw udah coba cari kemaren
tapi hasilnya nihil”kata Rizu kesal, beberapa saat mereka terdiam
“ngomong-ngomong lo deket ya sama anak baru itu?”Tanya Zeen
memecah keheningan.
“siapa? Oh gak juga”Rizu memberi jawaban”emang kenapa?”
“gak, aneh aja,, gak biasanya lo ngajak orang asing ketempat favorit
lo”jawab Zeen.
Kemudian untuk beberapa saat
keduanya.
“Zeen,,,,,”
“ya, kenapa?”
“a,,,ah tidak lupakan saja”bodoh
apa yang kamu pikirkan Rizu???
“lo kenapa? Bicara aja lagi”
“zeen sebenarnya,,,,,,,,,,,”
“ya, apa?”
“gw mw bilang, gw pergi ke kelas duluan,, daaah”pamit Rizu
terburu-buru
Zeen menatap heran
kepergian Rizu, sikapnya yang aneh membuat Zeen tarus kepikiran, ssssh kirain dia mau bilang kalau dia suka
sama gw,,, hmmm tp ada apa ya dengan anak itu? Sikapnya menjadi sangat aneh.
Dia bukan Rizu yang aku kenal dulu. Batin Zeen.
“aku sangat merindukan kamu yang dulu Yuri,,”gumam Zeen pelan
“woy!!! Ngelamun”tegur Doni menyadarkan Zeen
“eh lo Don , mana Ginta?”Tanya Zeen terkejut
“tau, tadi sih bilangnnya mau ketoilet dulu,”jawab Doni, Zeen
mengangguk dan terdiam
sejenak eakan sedang berfikir keras,”lu kenapa? Lagi mikirin rixu ya?”tebak
Doni ngasal.
“woy, ngasal aja tuh mulut ngomong”elak Zeen.
“ya terus apa lagi coba yang lu pikirin selain rizu?”
“ya ampun banyak kali”jawab Zeen,”eh
Don, lo masih inget gak kejadian pas waktu malem minggu kemaren?”sambungnya.
Doni mengangguk,”emangnya kenapa?”
“ternyata kakek itu gak maen-maen”
“maksudnya?”
“kutukan itu benar-benar terjadi.”
“APA?! “Tanya Doni sambil berdiri, seisi kantin mentap doni dengan
heran.
“hsssssst,,,, lo itu ya,,, duduk!”perintah Zeen kesal
“sorry-sorry, siapa yang kena?”
Zeen menunduk sedih”Rizu”
Doni mengangguk-ngangguk“kayanya gw juga kena, akhir-akhir ini
gw sering berada ditempat yang sering gw pikirin”
“jadi lo juga kena? Bagaimana dengan Ginta?”Tanya Zeen
“kayanya, dia juga sering mengalami hal-hal yang aneh. Lo
sendiri?”
“gak tau, tapi kayanya gw gak kena”
“syukur deh, seenggaknya salah satu dari kita selamat”
Percakapan terus
berlanjut hingga bel masuk berbunyi, Zeen dan doni jalan bersama menuju
kelasnya. Hari berganti hari entah sejak kapan Kaito bergabung dengan kelompok
Rizu, entah kenapa sikap Rizu berubah drastic dari seorang yang sangat periang
menjadi pemurung dan Rizu berurabah menjadi seorang pendiam. Banyak orang yang
resah dengan berubahnya Rizu, banyak orang yang kehilangan semangat.
Berminggu-minggu lamanya waktu berlalu Rizu masih menjadi seorang pendiam,
kehidupan menjadi terasa amat hambar. Zeen dan yang lainnya tidak pernah
mempunyai kesempatan untuk berbicara dengan Rizu, sekalipun ada kesempatan
mereka bingung harus berbuat apa untuk mengembalikan Rizu kesifat asalnya, Rizu
hanya berbicara seperlunya saja orang-orang semakin bingung harus berbuat apa
bahkan saat The Cute mengerjainya. Dan Rizu tidak marah sama sekali. Berminggu-minggu
Zeen mencari waktu untuk bisa berbicara dengan Rizu hingga kesempatan itu
datang.
Sabtu, 17 Desember 2011
‘SWORD OF THE LIGHT’ Part 1
Gaduh , ramai, membosankan,
dan lain sebagainya. Yah itulah asrama dan sekolahaan dimana semua suasana
berpadu menjadi satu gak peduli siapa yang menghadapi kapan pun akan berjalan
sama. Tapi untuk beberapa tokoh dalam cerita ini akan menjadi sesuatu hal yang sangat
menarik.
Matahari masih
sembunyi diufuk timur dan Kabut tebal menyelubungi sekitar asrama, dari
kejauhan nampak beberapa orang sedang berjalan mendekati gerbang asrama.
Rupanya itu penghuni asrama yang baru selesai melakukan jalan pagi.
“Hhhhhhhhh,,,,,,,,,,,,,”desah Rizu sambil memasukan tangannya
kedalam jaket.
“Kenapa ri?”Tanya Ginta
“Kayanya lo lagi bt banget ya?”Doni menebak.
“ya, gw emang bt, banget malah,”jawab Rizu
“emang knapa?”Doni bertanya lagi
“Pagi buta kaya gini gw dibangunin sama lampir peot itu Cuma
buat jalan pagi doang, mana kabutnya tebel gini lagi. Bt banget gw”jawab Rizu
ketus
“Apa salahnya sih ri? Bawa enjoy aja lagi”Hibur Ginta. Doni
menyikut perut Ginta sambil melotot.
“Hah..!? enjoy? Mana bisa don? Please deh......lo tau gak?,,, lo
itu salah satu orang paling aneh yang mau ngikutin peraturan asrama yang
menyebalkan ini dan anehnya lo salah satu sahabat gw.”kata Rizu sambil
tersenyum tipis.
“gw gak kaya gitu juga kali Ri,,kadang-kadang gw jg,,,,,,”
“ya gw tau…”potong Rizu
“gimana hubungan lo sama Zeen?”Tanya Doni
“maksud lo?”Rizu tak faham
“yaaa,,,, masih kaya dulu apa udah ada perubahan”jawab Doni
“Hah…? gw gak ngerti,,”
“langsung ja kali Don, lo udah jadian belum samaaaaaaa…..”
“Sama siapa?!”Tanya Rizu sambil melotot
“,,,,,,Zeen,,,,,,”jawab Doni dan Ginta bebarengan
Rizu menjitak kepala Doni dan Ginta”kalian ini kurang kerjaan
banget sih, pagi-pagi kaya gini udah ngebahas kaya gituan”
“hahahahahahaha,,,,,,ya udh kita sampe sini aja. Tar ketauan
sama lampir kan
berabe, daaaah….”pamit Doni sambil menepuk bahu Rizu.
“yo man,,,,”kata Rizu sambil senyum
Hiuk priuk asrama
sudah mulai sejak mentari terbit, Rizu berjalan dengan lemas menelusuri koridor
menuju kamar mandi, rambutnya tergerai tak beraturan, matanya masih terlihat
sangat ngantuk.
“Huwwaaaaaahhhh,,,,,,,”
DUK!!!!!,,,,,
Rizu bertabrakan
dengan seseorang.
“Aw,,,,,! Shit! ,,”keluh Rizu
“Ah,,,, sorry”
“Ana lain kali kalau jalan liat-liat donk.”
“Maaf Ri , aku gak sengaja……aku permisi dulu”pamit
Ana sambil berlalu dengan terburu-buru
“Huh,,, dasar ana-ana”cibir Rizu sambil melangkah kembali
Rizu Yuka, seorang
gadis tomboy yang sangat populer karena kegilaannya. Sudah banyak yang menjadi
korban kegilaannya, dia tidak pernah memandang siapa yang akan menjadi
korbannya, bahkan guru sekali pun tidak segan-segan di jahilinya.
“Nona Rizu!!!”panggil seseorang dari belakang
Rizu menoleh”hhhm,,,,,oh anda,”
“Temui saya jam 08:00 pagi, diruangan saya”perintah Mrs. Mousi
sambil pergi lagi
“Hhh Siapa peduli? baka 1,
aku tidak akan datang.” Gumam Rizu sambil memasuki kamar mandi.
Keesokan paginya,
tepat setelah jalan pagi. Rizu berjalan menelusuri koridor depam asrama Hakuba
putri sambil mendengarkan musik dari MP3nya dengan santai.
“RIZU YUKA!!”panggil Mrs Mousi, Rizu hanya menoleh”kenapa anda
kemarin tidak menemui saya?”Tanya Mrs Mousi, Rizu mengerutkan dahinya, “apa anda lupa atau pura-pura lupa?”
“saya tidak lupa, jam depalan kan?”
“ya, tapi kenapa anda tidak datang?”
“anda tidak bilang jam delapan kemarin kan?”
“a,, i,, itu, seharusnya anda mengerti, anda belajar bahasakan?!”
“untuk apa anda
inGin bertemu saya, bukankah setiap pagi anda selalu memperhatikan saya dari
balik jendela berdebu anda itu?”Rizu
balik bertanya
“untuk memproses semua
kelakuan anda yang sudah kelewat batas selama 1 tahun ini”jawab Mrs Mousi
“oh, gak-pen-ting, ngerti?”kata Rizu
“bicara apa anda?!,,, Tidak sopan, apa anda lupa siapa
saya?!”Tanya Mrs mousi kesaL
..............
..............
Rizu melirik jam tangannya”hmmmmm,,,, memangnya anda siapa?”
“saya, saya adalah ketua devisi asrama hakuba ini, jelas”jawab
Mrs Mousi
“oh, bye”kata Rizu sambil melangkah pergi
“tunggu!”cegah Mrs Mousi
Rizu menoleh”apa lagi?”
“apa anda tidak diajarkan tata krama?! Saya belum selesai bicara
den..”
“ah anda masih ingin bicara?”potong Rizu “hmmmm coba deh anda
lihat krikil dan dedaunan yang berserakan disana? Bicara saja sepuasnya dengan
mereka, karena saya rasa mereka akan menjadi pendengar yang baik buat
anda.”sambung Rizu pelan sambil pergi dengan senyuman merendahkan.
“KURANG AJAR!!,, Dengar Rizu, jika anda melanggar peraturan
lagi saya tidak akan segan-segan
mengeluarkan anda! Meskipun orang tua anda penyumbang terbesar disini! Camkan
itu baik-baik!!!”teriak Mrs mousi dengan lantang
“Bodo, setau saya miss, peraturan ada untuk dilanggar, jika
tidak mau ada yang melanggar jangan pernah sekali pun membuat peraturan. okay!”sahut
Rizu dari kejauhan.
Rizu berjalan
menaiki satu persatu anak tangga, padahal asramanya sudah terfasilitasi lift.
Tapi entah kenapa hari ini Rizu tidak ingin menggunakan lift untuk mencapai
kamarnya. Setelah sampai dilantai 3 Rizu langsung menelusuri koridor dan
melewati beberapa tikungan, hingga ahirnya
Rizu berhenti didepan pintu bernomor 01712 dan langsung menekan beberapa
digit nomor rahasia untuk membuka pintu itu. Terlalu canggih dan mewah untuk ukuran Asrama yang
berada jauh dari lingkungan penduduk dan keramaian kota . Rizu langsung memasuki kamar dan segera
mengganti pakaian dengan seragamnya. Saat dia sedang merapihkan rambutnya Rizu
melihat bayangan anak kecil diluar jendela, Rizu langsung memeriksa jendela
namun tidak ada siapapun diluar jendela. Bulu kuduk Rizu langsung meremang.
“Hhhh Cuma perasaan ku saja,”gumamnya mengusir rasa takut, saat
Rizu sedang bercermin Rizu melihat seorang anak kecil tersenyum kearahnya.
refleks Rizu langung menoleh”Siapa kau?!”namun anak itu sudah lenyap entah
kemana. Suasana dikamar Rizu semakin mencekam, Rizu langsung mengambil beberapa
peralatan sekolahnya dan langsung berangkat.
Sekolah tidak
terlalu jauh jaraknya dengan asrama, namun Rizu langsung berangkat dengan
terburu-buru, ditengah perjalanan cacing dalam perut Rizu meminta jatah
sarapan.
“Hhhhh cacing sialan tidak bisakah kalian menunggu hingga aku
sampai sekolah nanti?”Tanya Rizu pada perutnya sambil mengeluarkan sebungkus
roti keju kesukaannya, dan dia memakannya sambil berjalan. Mata Rizu menjelajah
kesetiap kanan kiri jalan, hingga matanya berhenti dan terfokus pada satu
pohon. anak itukan yang tadi pagi, kenapa
ada ditempat seperti ini? Tanya batin Rizu, dia langsung menghampiri anak
yang berada dibawah pohon dengan gugup. “H…hi,,,,”sapa Rizu
Anak itu menoleh wajahnya pucat seperti mayat tatapannya heran
saat Rizu menyapanya dan dibawah matanya terdapat lekukan hitam”Hi,,”suaranya
berat dan begitu parau seakan sudah lama tidak berbicara.”kau bisa melihat
ku?”Tanya anak itu, Rizu menangguk ragu”ada apa?”
“A,,a,,ah tidak”Rizu gugup”Apa yang sedang kau lakukan
disini?”Tanya Rizu
“tidak ada”jawabnya pendek sambil memandang kearah lain
“oh ya kamu siapa, aku tidak pernah melihat mu?”Tanya Rizu
Anak itu tersenyum”aku Nako”katanya sambil mengulurkan tangannya
Rizu menyambut tangan anak itu dengan hangat”aku Rizu Yuka”Rizu
sangat terkejut saat tangannya menyentuh tangan Nako yang dingin.
“Nama yang cantik”puji Nako
Rizu melepaskan jabatannya dan tersenyum gugup“ah iya Makasih”
“kau gugup?”Tanya Nako
“tidak,”jawab Rizu pendek
“bagaimana kau bisa melihatku?”
“mataku masih normal,, seharusnya aku yang bertanya , bagiamana caranya kau
bisa berada dikamarku tadi pagi”
Nako tersenyum dingin,”selama limaratus tahun terakhir ini kali pertamanya
aku bisa terlihat dan bersentuhan kembali dengan manusia”
“maksudmu? Kamu....?”
Nako tersenyum
datar, matanya memandang kearah lain” mereka
teman-teman mu kan?”Tanya Nako dingin sambil menunjuk kearah Doni dan Ginta.
Mata Rizu mengikuti arah tangan Nako.”hmmm,,, dari mana kau tau
mere…”
“pergilah”potong Nako sambil mendorong tangan Rizu, Rizu menatap
heran Nako.”ada yang salah?”
Rizu menggeleng”ok, aku pergi dulu”pamitnya
Rizu melangkah
dengan ragu-ragu dan dia menoleh kembali kearah Nako dan menatapnya heran. Nako
tersenyum dingin Rizu membalas dengan hangat, tiba-tiba Rizu dikejutkan oleh
kedua sahabatnya.
“Woy!!!!,,,, ni anak pagi-pagi gini malah cengo dibawah pohon mana senyum-senyum sendiri lagi, lo kenapa? wah
jangan-jangan lo kesambet setan ya?..”tegur Doni
“sialan lo berdua bikin jantung gw mau lompat aja,,,,”kata rizu
dengan terkejutnya,
“hahahhaa,,,,,,, oh iya mana ada setan
yang mau ngedeketin lo, yang ada malah setannya yang ketakutan,,,,,,,,,hahahahaha”Doni
terbahak-bahak dengan puasnya.
“hahahah bukan, tapi gila mikirin Zeen terus hahahahah”sambung Ginta
“wah, sialan lo berdua…”
“udah,,, ayo tar kesiangan lagi.”Ginta menengahi.
Doni dan Ginta
berjalan didepan, dan Rizu dibelakang mereka. Rizu masih penasaran dengan anak
itu dia pun berhenti dan menoleh kembali namun Nako sudah tidak ada, kemana anak itu? Tanya batin Rizu heran.
“Rizuuuu,,,,”panggil Doni dan Ginta bersamaan.
“a..iya..”
Tanpa Rizu sadari
ditangan kanannya terdapat sebuah tanda seperti tato yang berlambangkan petir.
Saat didepan sekolah
tiba-tiba langkah Rizu berhenti matanya terpaku pada sebuah mobil yang
terpalkir dihalaman sekolah, shit! Ngapain
sih pake acara kesini segala, gumam batin Rizu kesal.
“kenapa ri?”Tanya Doni heran
“kalian duluan saja, gw ada sedikit urusan”
“ok, dah”
Rizu berjalan
dengan raut muka kesal. Dan menghampiri seseorang yang berada disamping mobil.
“Dad, , ,?!”panggil Rizu memastikan ayahnya
“hey sayang, apa kabar?”sahut ayahnya
“baik, ngapain sih pake acara kesini segala?”Tanya Rizu kesal
“Dad hanya ingin memastikan kamu baik-baik aja dan bertingkah
seperti anak perempuan. Itu saja, Dad juga kangen sama kelinci kecil dad
”jawabnya
“Hhhhhh, I’m ok dad. please be gone after see me.”kata Rizu ketus
sambil memalingkan wajahnya. sorry dad,
sebenarnya juga aku kangen.
“kamu marah dad ngejenguk kamu?”tanya sang ayah, tapi Rizu hanya terdiam
tidak menjawab.
Ayah Rizu menatap
sedih putrinya karna kehadiranya tidak di inginkan, dari kejauhan terlihat seseorang
berlari menghampiri Rizu dan ayahnya.
“pagi Om. ”sapa Zeen
“eh Zeen pagi,”
“Pagi Rizu,,,,”
“Bbbrrrrr,,,,,,,,,”Rizu sambil pergi
“ada apa dengannya om?”Tanya Zeen heran
“entahlah tapi sepertinya dia tidak suka om menjenguknya”jawab
ayah Rizu tak pasti.
Zeen tersenyum”jangan berkecil hati om, Rizu akhir-akhir ini
sibuk jadi mungkin moodnya sedang
kurang baik”
“yah om mengerti,, maaf zeen om tidak bisa lama-lama
disini”pamit ayah Rizu
“ya saya mengerti,”
“tolong jaga Rizu, untuk beberapa bulan kedepan om akan berada
di Kanada.”
Zeen mengangguk
paham dan ayah Rizu pun pergi dengan mobilnya. Bel berdering dengan nyaringnya,
semua siswa berhambur memasuki kelas, namun Rizu masih santai berada dibawah
pohon sakura sambil memandang langit.
Sorry dad, hhhhh…… jangan terluka
karna ucapan ku, hanya saja untuk saat ini aku tidak ingin bertemu denganmu. Batin Rizu, saat Rizu tersadar dari lamunannya semua siswa
telah memasuki ruangannya. Rizu pun segera berlari menuju kelasnya. Sesampainya
dikelas ternyata guru sudah datang bersama seseorang. Rizu masuk tanpa
meperdulikan guru.
“Nona Rizu,”panggil Mr Matsura
“ah iya sorry, pagi”
“kenapa anda telat?”
“sebenarnya tadi saya ada sedikit urusan, jadi maaf”
“anda saya hukum, tulis esay tentang Global Warming dan kump………”
“ssst,,,,,,,,,,,tak perlu diteruskan.”kata Rizu sambil membuka
tasnya dan mengambil beberapa helai kertas dan menyerahkannya kepada Mr
matsura”ini, esaynya sudah selesai.”sambungnya sambil berjalan menuju
bangkunya.
Mr matsura
menghela nafas, selama ini belum pernah
ada satu guru pun yang mampu menghukum Rizu lebih dari satu menit, batin Mr
Matsura dan Mr Matsura pun mempersilahkan murid yang bersamanya duduk di salah
satu bangku yang kosong dan anak itu memilih kursi disamping Rizu.
“baik, silahkan buka halaman 127 bab Geometri”Mr Matsura pun
mulai menjelaskan pelajaran, tapi Rizu tidak memperhatikan sedikit pun.
Kursinya tepat berada disamping jendela dan matanya tertuju kearah luar
pikirannya terpusat pada ayahnya. Tanpa Rizu sadari anak yang duduk dudekatnya
menatap Rizu, sampai bel isturahat berbunyi Rizu masih memandang keluar
jendela, hingga dia tersadar saat seseorang menegurnya.
......
(CONT)
BANGKIT
Dikala siang
Selalu ku tatap langit yang berselimut awan kelabu
Terbaca oleh ku, Mentari enggan menampakan diri dan tersnyum
hari itu
Rasanya Semua hal indah dalam kehidupan ini menjauh dari diri ku
Aku tak tau, entah kemana tujuan hidupku. . .
Dikala malam tiba,
Selalu ku tatap langit yang lembut seperti tak berawan
Tapi sang rembulan dan bintang Pergi entah kemana
Yang ada hanya udara dingin, Menusuk tanpa belas kasihan
Kembali aku merasa gundah, lengkap dengan asa yang semakin
menghilang
Ku berjalan dibawah langit sendu
Ku coba tuk menggapai asa ku
Ku coba bertahan agar
selalu berdiri tegap
hingga aku dapat menatap jelas masa depan yang indah di sana
Tapi Kadang kerikil kecil menghalau jalan ku
Sampai kadang terasa Kepedihan masa lalu ini kembali membelenggu
Mengacaukan kembali perasaaan hati
Yang telah ku rapihkan dalam memori
malam ini
kembali , , , aku tenggelam dalam renungan yang panjang
Sampai akhirnya ku sadari
ternyata
selama ini aku hanya menunggu, agar dia datang menjemput kegalauan yang ku
rasakan
selama ini juga, aku hanya terdiam, tanpa usaha untuk menggapai
tepi kesedihan.
Jumat, 16 Desember 2011
SYUKUR
gemercik air,,,,
tetesan embun pagi berjatuhan,,
bergulir silih berganti.....
mentari pagi bersinar diufuk timur,,,,
memberikan kelembutan cahayanya,,,
memberikan kehangatan di pagi ini,,,,
suara burung keluar daribalik dedaunan,,,,,,
bagaikan nyanyian alam,,,
yang mengiringi gemercik kelembutan embun pagi,,,
rasa syukur terangkai dalam senyuman indah,,,
terucap dalam kalimat yang syahdu,,,
diiringi dengan tasbih dalam kalbu,,,
tulus dari dalam hatiku,,,,
Ku persembahkan dalam kerinduan yang mendalam,,,
hanya pada MU ya Rabb,,,,
jiwa dan ragaku kuserahkan,,,,,,
hanya ditangan MU,,,
hidup dan matiku,,,
hanya bersama MU....
kebahagiaan ku,,,,
Q hidup karna MU,,,,
dan Q mati pun karna MU,,,
disetiap detak jantung ku kusebut nama Mu,,,,
disetiap denyut nadiku kupersembahkan untuk MU,,,,,,
disetiap napas ku yang berhembus hanya rindu ku pada Mu,,,,
tetesan embun pagi berjatuhan,,
bergulir silih berganti.....
mentari pagi bersinar diufuk timur,,,,
memberikan kelembutan cahayanya,,,
memberikan kehangatan di pagi ini,,,,
suara burung keluar daribalik dedaunan,,,,,,
bagaikan nyanyian alam,,,
yang mengiringi gemercik kelembutan embun pagi,,,
rasa syukur terangkai dalam senyuman indah,,,
terucap dalam kalimat yang syahdu,,,
diiringi dengan tasbih dalam kalbu,,,
tulus dari dalam hatiku,,,,
Ku persembahkan dalam kerinduan yang mendalam,,,
hanya pada MU ya Rabb,,,,
jiwa dan ragaku kuserahkan,,,,,,
hanya ditangan MU,,,
hidup dan matiku,,,
hanya bersama MU....
kebahagiaan ku,,,,
Q hidup karna MU,,,,
dan Q mati pun karna MU,,,
disetiap detak jantung ku kusebut nama Mu,,,,
disetiap denyut nadiku kupersembahkan untuk MU,,,,,,
disetiap napas ku yang berhembus hanya rindu ku pada Mu,,,,
Langganan:
Postingan (Atom)